LUPA

MASIH LUPAKAH KITA?
Zainudin Hasan*
Lupa, lupa merupakan salah satu kodrat manusia, sebuah masalah sekaligus mengandung hikmah apabila dilihat dari sisi yang berbeda dan diambil manfaatnya. Mungkin dengan lupa kita tidak bisa mengerjakan soal yang ada didepan kita atau menjawab pertanyaan yang diajukan kepada kita. Mungkin karena lupa kita bisa kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup kita, mungkin karena lupa kita telah membuat teman kita menjadi kesal menunggu kita, mungkin karena lupa kita bisa dihukum, dimarahi, diberi sanksi, tidak dipercayai lagi dan lain sebagainya. Bahkan mungkin karena lupa bisa terjadi kecelakaan besar yang tidak kita sangka-sangka, hanya karena satu kata Lupa.

Namun, Lupa, bersyukurlah manusia yang masih bisa lupa. Sejenak kita bisa lupa kesedihan akan yang sedang menimpa kita, sejenak kita lupa akan rasa sakitnya hati kita karena seseorang, sejenak kita bisa lupa karena kegembiraan dan sebersit senyuman, coba bayangkan apabila kita tidak pernah bisa lupa untuk bersedih atau tidak pernah bisa melupakan kejadian-kejadian buruk yang pernah menimpa diri kita, bila kita tidak bisa lupa, maka nikmat makan, nikmat ketenangan, dan nikmat kebahagiaan tidak akan pernah bisa kita rasakan karena kita tidak bisa melupakan kesedihan yang menimpa diri kita.
Lupa.Begituhalnya dengan lupa akan Cinta, pernahkah kita mencintai seseorang entah masuk kategori apakah kita, apakah mudah jatuh cinta ataukah sulit untuk jatuh cinta yang jelas rasa lupa merupakan nikmat Allah yang kadang diberikan kepada kita ketika suatu saat memang seharusnya melupakan. Contoh kasus pernah ada seorang sahabat jatuh Cinta pada seseorang yang kemudian pergi, begitu sangat kuat rasa cintanya ia pada orang itu sehingga ia sampai sakit berbulan-bulan karena ia nyaris tidak bisa melupakan cintanya, atau ada sahabat lain yang harus kehilangan semangat hidupnya, semangat belajar dan bekerjanya karena ia harus mencintai orang yang telah pergi dari hidupnya, mungkin sulit bagi mereka untuk bisa melupakan cinta seperti kata pepatah “Untuk mencintai dan menyukai seseorang kita butuh waktu satu menit, satu jam atau satu hari tapi untuk melupakan orang yang kita cintai butuh waktu seumur hidup”. Akan tetapi Subhanallah Allah setiap saat memberikan nikmat lupa kepada kita untuk bisa melupakan hal-hal yang tidak penting atau bahkan menyiksa kita.
Maka, Nikmatilah sedikit masa lupa kita sebelum kita kelak lupa akan segalanya.
Maka nikmat manalagi yang engkau dustakan…?
Waalahualam bisshawab.

One Response

  1. ika septi November 24, 2009

Leave a Reply