SAHABAT

SAHABAT
Lama tidak menulis di Blogku, apabila diibaratkan buku, buku ini mungkin sudah cukup usang….alah, bahasanya sok nganeh-nganeh, sekarang aku mencoba menulis serius nyastra plus menjenaka, begini ceritanya….
Kemaren kurekam pertemuan sekalian perpisahanku bersama beberapa orang sahabat dekat, kami harus berpisah Karena harus melanjutkan perjuangan hidup dan mengejar taqdirNya di Negeri Orang. Negeri yang jauh dari Indonesia, jauh di perantauan. Sahabat pertama bernama Huda ia harus pergi ke Mesir karena ingin melanjutkan study S-2nya ke Al-Azhar. Kedua Agung, Dosen Kedokteran UI ini harus berangkat ke Korea karena akan melanjutkan program Doktor disana, Sahabat ketiga bernama Arif ia harus pergi ke Uzbekistan karena mendapat tugas dari kantor kesana. Mereka sungguh luar biasa sehingga setiap saat menjadi inspirasi bagiku, Huda dan Agung masih muda, Huda baru berumur 25 tahun dia hafal Alquran, bacaannya bagus, pekerja keras, tawadhu dan ramah itu yang kukenal dari dia, mungkin sosok Fahri di Novel Ayat-ayat Cinta dan Azzam di Ketika Cinta bertasbih cocok untuk kupasangkan pada sosoknya diantara belantara Kota Jakarta yang gemerlap ini. Sahabat kedua bernama Agung,hmm…baru berumur 26 tahun, tapi bila dilihat dari tampilan wajahnya masih seperti 20 tahun, dia adalah Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang akan melanjutkan studynya menjadi Doktor di Korea hebat ya….belum 30 tahun sudah jadi Doktor, pria putih berjanggut tipis ini memang kelihatan agak aneh kadang Cool dan kalem tapi kadang jahil, pintar membanyol tak aneh bila dalam pertemuan kami dia lah orang yang selalu mengundang tawa, mungkin karena tingkahnya itu yang membuat ia menjadi kelihatan lebih muda dari pada umurnya. Sahabatku yang ketiga bernama Arif, sosok pria tinggi besar ini cukup serius kalau berbicara dan memiliki keahlian bisa berbagai bahasa mulai dari Bahasa Arab, Inggris, Jerman, Prancis, Mandarin, Bahasa Tubuh sampai Bahasa Hewan dan tumbuh-tumbuhan beliau bisa….hehe…. Peace Bro, bagi teman-teman yang suka keliling dunia tapi Bahasa Asingnya payah bisa mengajak dia sebagai Penerjemah dan juru bicara….huwakaka….peace akhuna Arif….haha..
Untuk perpisahan ini kami makan-makan di Warung Taman Kalimalang Jakarta, kebetulan sekali pemilik Restoran ini adalah teman kami sendiri Iman. Iman mahasiswa semester akhir Universitas Padjajaran Bandung bolak-balik Jakarta Bandung Untuk ngurus skripsi, bisnis dan sekedar bertemu sepekan sekali bersama kami, dia mungkin paling muda diantara kami, baru 22 tahun sudah memiliki bisnis Rumah makan yang menurutku sudah lebih dari cukup menghasilkan untuk membangun rumah dan rumah tangga…haha…
Tak terasa malam semakin larut, setelah makan-makan, mengobrol dan photo-photo kami bersiap-siap untuk segera pulang kerumah kami masing-masing, sebuah perpisahan menjelang Ramadhan.
Selamat jalan sahabat, semoga tunai asamu.
Selamat berjuang!

Leave a Reply