Persoalan hidup

Ada seorang laki-laki yang sudah bosan dan jenuh menghadapi hidup, akhirnya pada suatu hari ia bertemu dengan seorang guru yang konon guru tersebut bisa menyembuhkan segala macam penyakit dan masalah hidup. Kepada guru tersebut laki-laki itu mengutarakan niatnya untuk segera mengakhiri hidupnya karena begitu rumit masalah hidup yang ia alami. Akhirnya setelah mengutarakan niatnya sang guru pun memberikan botol obat yang kata sang guru botol itu berisi air beracun yang apabila diminum bisa membunuhnya pelan-pelan.

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.” Laki-laki itu awalnya bingung. Setiap guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh dan bosan menghadapi hidup ini, akhirnya ia menerima saja dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh gurunya itu. Dan, anehnya ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau bersama keluarganya dengan suasana santai.
Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan membisikan cinta di kupingnya. Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis, Esoknya bangun tidur pagi-pagi sekali, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya.
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan yang indah. Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami.”
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?. Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa hidupmu singkat dan maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan”.
“Setiap orang memiliki persoalan hidup, namun setiap orang pula memiliki caranya masing-masing untuk menghadapinya. Hidup itu indah, maka nikmatilah”.
Waalahu a’lam bisshawab
.

2 Comments

  1. Rima Ulfayanti Hasan July 30, 2010
  2. Zainudin Hasan,SH,MH July 30, 2010

Leave a Reply