Sungai buaya

Kisah sungai buaya ini sering aku ceritakan kepada para peserta training atau seminar yang biasa aku isi sebagai ice breaking untuk memfokuskan peserta yang sudah mulai lelah dan bosan menerima materi, karena selain membuat peserta fokus kepada cerita kisah ini juga mengandung hikmah dan pelajaran yang selalu bisa diambil, berikut ceritanya.
Ada beberapa orang pemuda yang sedang melakukan perjalanan jauh nan panjang namun ditengah perjalanan mereka harus terhenti pada sebuah sungai yang cukup besar dan deras, konon dikabarkan bahwa didalam sungai itu terdapat banyak sekali buaya dan sudah banyak yang telah menjadi korban buaya-buaya yang ada disungai tersebut. Tampak sekali raut-raut kekhawatiran dan takut pada wajah-wajah pemuda tersebut, masing-masing saling mengandalkan dan saling melempar tanggungjawab tanpa memberikan solusi yang berarti padahal perjalanan mereka masih panjang dan masih sangat jauh. Mereka harus mampu menyeberangi sungai tersebut karena tidak ada jalan lain lagi yang bisa mereka tempuh selain melewati sungai tersebut.
Setelah melakukan diskusi yang cukup akhirnya ditemukan sebuah solusi bagaimana cara menyeberangi sungai tersebut dengan aman yakni dengan membuatkan jembatan penghubung antara tepi yang satu dengan tepi sungai yang lainnya, artinya harus ada seorang pemuda yang bersedia menyeberang terlebih dahulu untuk bisa menghubungkan tepi yang satu dengan tepi yang lainnya. Namun karena takut dan merasa nyawanya terancam tampaknya diantara pemuda tersebut tidak ada satupun yang bersedia untuk menyeberang terlebih dahulu.
Terjadi perdebatan cukup sengit antara pemuda tersebut, masing-masing memberikan argumentasinya agar bukan ia yang harus menyeberang duluan,
kau saja yang menyeberang terlebih dahulu, kau kan paling muda diantara kami sehingga tenagamu pasti masih kuat untuk menyeberang dengan cepat”
sang pemuda menimpali,
kau saja lah, aku kan belum menikah… nanti kalau aku mati gimana?”
masing-masing dari mereka saling melempar tanggung jawab,
kau saja yang menyeberang duluan, kau kan badannya lebih besar dan pandai berenang”
“kau saja lah kaukan tidak ada tanggungan anak istri”

Perdebatan itu tidak menemukan titik temu, namun tanpa disadari kemudian sekonyong konyong tiba-tiba ada salah seorang pemuda yang sudah ada disungai dan tanpa kata-kata dengan sigap dan cepat ia menyeberang keseberang sungai kemudian membentangkan kayu penghubung antara bibir sungai sehingga akhirnya sungai tersebut dapat diseberangi oleh para pemuda itu.
Sesampainya diseberang sungai, para pemuda yang lain memuji muji keberanian pemuda yang telah menyeberang sungai tersebut sehingga mereka semua bisa menyeberang dengan selamat.
“ck ck ck… kau memang pemuda yang hebat, kau layak disebut sebagai lelaki sejati”
“sungguh dirimu layak menjadi lelaki idaman wanita..!”
“wah.. kau hebat sekali…!
Teman-temannya tanpa henti memuji keberanian sang pemuda, namun akhirnya pemuda tersebut berkata,
aku tidak butuh pujian dan sanjungan dari kalian…!, aku hanya ingin menanyakan satu hal pada kalian…. siapakah yang telah mendorong aku kesungai?!”
Para pemuda tersebut saling berpandangan.
keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, tetapi kemenangan atas rasa takut tersebut. Saya merasakan rasa takut lebih sering daripada yang bisa saya bayangkan, tetapi saya menyembunyikan rasa takut itu dibalik keberanian. Orang yang berani bukanlah orang yang tidak merasa takut, tetapi orang yang mampu mengalahkan rasa takut itu.”
Waallahua’lam bisshawab.

Leave a Reply