Menyikapi Kehilangan

Penulis, di Pantai Senggigi, Lombok

Dalam suatu kisah yang tak terlupakan, Mahatma Gandhi pergi melintasi India dengan menaiki kereta api. Ketika ia turun dari mobil yang membawanya untuk naik kereta api yang sudah mulai berjalan, salah satu sepatunya jatuh direl kereta yang tidak dapat ia jangkau, dari pada mencemaskan bagaimana mengambil kembali sepatunya, ia melakukan sesuatu yang mengejutkan teman seperjalanannya, ia membuka sepatunya yang lain dan melemparkannya ditempat sepatu pertama jatuh, ketika ditanya mengapa ia melakukan hal itu, Gandhi tersenyum dan menjawab “Sekarang orang miskin yang menemukan sepatu yang pertama akan memiliki pasangannya, sehingga ia dapat memakainya”.

Mahatma Gandhi tahu betul bahwa hidup bukan untuk setengah hati, setengah amal dengan jalan setengah kehilangan. Kesehajaannya dalam hidup menunjukkan bahwa ia sadar betul bahwa hidup adalah hanya singgah sekejap, sehingga kehilanganpun merupakan suatu ladang kebaikan, menjadikan musibah sebagai ibadah.. apabila kita memandangnya dari sisi-sisi positif kebaikan.
Keikhlasan dan kesiapan atas hilangnya milik kita sesungguhnya harus disejajarkan dengan saat kita ikhlas untuk menerima apa saja yang telah kita dapatkan, positif dan negatif..
karena Tuhan telah memberi kita kadar kepantasan terhadap apa yang telah kita dapat serta apa yang telah hilang dan berlalu dari kita.
Selamat belajar,
Waalahualam.

Leave a Reply