Kopi Luwak Lampung

Nyobain Kopi Luwak,
Sebenarnya aku sudah lama tidak minum kopi, selain tidak terlalu suka minum-minuman yang memiliki zat aditif yang cenderung membuat kita ketagihan, minum kopi khususnya diwaktu malam terkadang membuat aku tidak bisa tidur. Hihi… cukup ampuhlah, bila kopi menjadi teman untuk lembur nyicil tesis bulan ini..:).

Dikantorpun saat siang aku termasuk jarang minum teh atau kopi kecuali kadang-kadang bila mulut terasa asam atau sedikit ngantuk ‘terpaksalah’ akhirnya minum secangkir kopi untuk menyegarkan mata yang yang tinggal lima watt.
Ngomong-ngomong masalah kopi tentu Kopi luwak sudah tahukan?, hmmm, kopi ini sempat menjadi sorotan media Nasional bahkan media luar negeri ketika pada bulan Maret 2010 lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan hadiah kopi luwak sebagai kado cindera mata kepada Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, namun dari pihak Australia ada kesan ‘penolakan’ karena kemudian kopi tersebut oleh Ajudan Perdana Menteri diserahkan ke Badan Karantina Negara Australia (heee.. mereka kira isinya racun kali yaa…:p), selain itu kopi luwak juga sempat di bahas secara khusus pada acara talkshow Oprah Winfrey yang harganya sampai 5 juta rupiah perkilogramnya. Wow! Mahals!.

Penasaran dengan rasa kopi luwak yang konon cita rasanya sudah termasyur sampai ke seentaro dunia, bahkan kopi luwak menjadi minuman favorit Cafe-cafe di Jerman, Amerika dan Inggris. Konon kabarnya kopi luwak yang berasal dari indonesia ini juga adalah minuman kopi termahal didunia, untuk diluar negeri setiap kali saji per cangkir harga kopi yang cukup fantastis mencapai Rp.200 hingga Rp.800 ribu,- per cangkir.ckckck….

Di propinsi Lampung, kopi luwak dibudidayakan di Kabupaten Lampung Barat, masyarakat biasanya membudidayakannya dengan menangkar luwak (hewan sejenis musang) yang diberikan biji kopi yang sudah matang yang kemudian dikonsumsi oleh luwak. Biji kopi hasil pencernaan luwak itulah yang kemudian dibersihkan dengan air kemudian dijemur dan produksi menjadi bubuk kopi yang kemudian bisa dikonsumsi.

Saat pulang ke Bandar Lampung sengaja aku pesankan kopi luwak kepada adik yang sedang bertugas di Polres Lampung barat, disana harganya berkisar rata-rata Rp. 600 ribu per kilogram untuk tahap mencoba aku memesan seperempat kilogram Rp.150 ribu, harga ini masih termasuk murah karena biasanya harga kopi luwak untuk kualitas yang sama baik bisa mencapai 750 ribu sampai dengan 1 juta rupiah per kilogramnya.

Hari ini, setelah penasaran dengan rasa kopi luwak akhirnya kurasakan juga… setelah kupesan dan diseduh di pantry kuhirup aromanya dan kuseruput pelan-pelan…. Bismillahirrohmanirrohiim…. shruuuupppp…., rasanya .. hmmmmmmmm……..rada sedikit unik, campuran antara rasa manis, pahit dan asam. Mungkin, bagi penyuka dan penikmat selera kopi akan ada komentar yang berbeda-beda terhadap rasa unik kopi luwak ini.
So, Anda pecinta kopi? belum lengkap rasanya bila belum merasakan harumnya aroma dan nikmatnya kopi luwak!. Shruuuupppp…Mantabs Gan..:).

Leave a Reply