Bentuk-bentuk surat Dakwaan

Oleh: Zainudin Hasan,SH,MH*

Setelah cukup lama berinteraksi dengan Surat Dakwaan khususnya di tindak pidana Khusus pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, kali ini aku mencoba untuk menuangkan sedikit hal tentang pengertian surat dakwaan dan bentuk-bentuknya yang biasa terjadi dalam praktek pembuatan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum yang dalam hal ini kebetulan bersinggungan dengan judul tesis yang saat ini sedang aku buat.

Dimulai dari sejarah surat Dakwaan, pada periode HIR (Herziene Inlandsche Reglement) surat dakwaan disebut surat tuduhan atau acte van beschuldiging. Sedang KUHAP seperti yang ditegaskan pada pasal 140 ayat (1), memberi nama “surat dakwaan”. Atau dimasa yang lalu surat dakwaan lazim disebut acte van verwijzing, dalam istilah umum inggris disebut imputation atau indictment.

Sehubungan dengan syarat-syarat yang dimuat dalam pasal 143 ayat (2) KUHP, maka dapat dirumuskan yang dimaksud dengan surat dakwaan adalah suatu surat atau akte yang memuat fakta kejadian dan setiap fakta kejadian tersebut telah melukiskan kualifikasi juridis (unsur), yang disimpulkan dari berkas perkara dan dari kesimpulan uraian fakta kejadian dan fakta juridis tersebut terdakwa diduga telah melakukan perbuatan pidana.
Surat dakwaan mempunyai tiga fungsi, yaitu fungsi bagi penuntut umum, fungsi bagi hakim dan fungsi bagi terdakwa. Bagi penuntut umum surat dakwaan sebagai objek (materi) yang diperdebatkan disidang pengadilan, melalui pemeriksaan diperiksa dengan sejauh mana kebenaran dakwaan penuntut umum. Berdasarkan hasil pemeriksaan dipersidangan penuntut umum mengambil kesimpulan apakah yang didakwakan itu terbukti, atau tidak terbukti. Bilamana berdasarkan kesimpulan penuntut umum apa yang didakwakan cukup terbukti, maka penuntut umum membuat surat tuntutan (requisitoir) berdasarkan surat dakwaan tersebut, dan bilamana tidak terbukti penuntut umum menuntut bebas.
Bagi hakim surat dakwaan menjadi bahan pemeriksaan dipersidangan yang akan memberi corak dan warna terhadap putusan hakim. Hakim tidak boleh melakukan pemeriksaan persidangan meyimpang dari apa yang didakwakan penuntut umum, hakim terbatas pada surat dakwaan. Sedangkan bagi terdakwa, surat dakwaan merupakan dasar dan bahan pembelaan terhadap dirinya dalam pemeriksaan dipersidangan
Berdasarkan dilihat dari susunan surat dakwaan dalam prakteknya ada lima bentuk surat dakwaan antara lain:
1. Surat Dakwaan Tunggal
Dakwaaan yang disusun dimana terdakwa hanya melakukan satu perbuatan pidana yang juga dilakukan oleh seorang terdakwa atau beberapa orang terdakwa secara bersama-sama.
2. Surat Dakwaan Kumulatif
Surat Dakwaan disusun atas beberapa lapisan yang satu mengecualikan dakwaan pada lapisan yang lain. Dakwaan alternatif dipergunakan karena belum didapat kepastian tentang tindak pidana mana yang akan dibuktikan.
3. Surat Dakwaan Primair/Subsidair
Bentuk surat dakwaan ini disusun apabila satu tindak pidana menyentuh beberapa ketentuan pidana, tetapi belum dapat diyakini kepastian perihal kualifikasi dan ketentuan pidana yang lebih tepat dibuktikan.
4. Bentuk Surat Dakwaan Alternatif
Bentuk dakwaan ini disusun bila kepada terdakwa didakwakan beberapa tindak pidana sekaligus dan tindak pidana tersebut masing-masing berdiri sendiri. Semua tindak pidana harus dibuktikan satu demi satu.
5. Bentuk Surat Dakwaan Kombinasi
Bentuk dakwaan ini adalah salah satu bentuk dakwaan yang merupakan bentuk perkembangan baru dalam praktek sesuai perkembangan dibidang kriminalitas yang semakin variatif baik dalam bentuk/jenisnya dalam modus operandi yang digunakan. Kombinasi/ gabungan dakwaan tersebut terdiri atas dakwaan komulatif dan dakwaan subsidair.

*Dosen Universitas Bandar Lampung

Disarikan dari buku:
Osman Simanjuntak berjudul ”Teknik Penerapan Surat Dakwaan” dan buku karangan M Yahya Harahap berjudul ”Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP penyidikan dan penuntutan”.

Leave a Reply