Konservasi sumber daya air, untuk masa depan

Air sangatlah penting bagi kehidupan, begitu besar peranannya sehingga pada planet bumi ini air menutupi hampir 71% permukaan bumi dan diperkirakan terdapat 1,4 triliun kilometer kubik air tersedia di bumi, baik dalam bentuk air laut asin, dalam bentuk lapisan-lapisan es di kutub dan puncak-puncak gunung dan dalam bentuk awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air dan lautan es. Bisa dikatakan bumi ini sebagian besar diliputi oleh air dan bumi hidup dari adanya air sebagai unsur utama kehidupan dalam planet bumi.

Bagi tubuh, air juga sangat penting untuk menjaga kesehatan, karena hampir semua sel dalam tubuh manusia memerlukan air agar bisa berfungsi dengan benar, dan pada dasarnya semua proses metabolisme tubuh memerlukan air karena sekitar 55% sampai dengan 75% tubuh manusia tersusun atas air, bahkan 80% dari jaringan yang ada di dalam otak dan darah manusia adalah terdiri dari air. Air juga berfungsi sebagai penetralisir racun-racun yang masuk kedalam tubuh sehingga dengan minum air yang cukup bagi tubuh dapat mengurangi terjadinya penyakit kanker dan ginjal, oleh sebab itu kita sangat dianjurkan untuk minum 8 sampai 10 gelas atau 2 liter air dalam satu hari sebagai pengganti cairan air yang keluar dari tubuh melalui air seni, keringat, pernafasan, dan sekresi sehingga metabolisme tubuh dapat berjalan baik dan normal karena kekurangan air didalam tubuh bisa menyebabkan dehidrasi dan tubuh menjadi lemas.

Air adalah kebutuhan vital bagi kehidupan, bukan hanya bagi manusia namun juga bagi kelangsungan mahluk hidup yang ada dimuka bumi. Air merupakan sumber energi, menjadi pusat material dan budaya kehidupan masyarakat di seluruh dunia sehingga Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tahun 1992 menetapkan tanggal 22 Maret sebagai hari Air sedunia dan mulai diperingati pertama kali pada Tahun 1993 yang kemudian setiap tahunnya diperingati oleh Negara-negara di seluruh dunia dan dijadikan sebagai momentum untuk turut menjaga kelestarian air untuk masa depan. Dengan adanya peringatan hari air sedunia bertujuan untuk menumbuhkan perhatian masyarakat terhadap begitu pentingnya air bagi kehidupan, untuk melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan dan untuk mengetahui permasalahan-permasalahan air yang ada yang setiap tahunnya memiliki permasalahan-permasalahan yang kian terus bertambah disertai jumlah kebutuhan akan air bersih makin meningkat dari tahun ketahun seiring makin bertambahnya jumlah penduduk.

Di Indonesia, permasalahan tentang air telah menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, beberapa pekan yang lalu dalam acara Open Science Meeting ke-6 di Puspiptek Serpong Kota Tangerang Pada hari Senin tanggal 28 November 2011 lalu Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta mengatakan, air (dalam hal ini air bersih) saat ini keberadaannya semakin langka akibat jumlah populasi di dunia yang meningkat, oleh sebab itu keseimbangan antara konservasi dan eksploitasi air sangat penting untuk pemanfaatan air berkelanjutan dan kelangsungan hidup (Antara, Senin 28 Nopember 2011). Permasalahan-permasalahan air yang kini timbul apabila tidak disikapi dan dikelola dengan baik bisa jadi Indonesia diwaktu-waktu yang akan datang akan menjadi negara yang mengalami kelangkaan air tawar.

Aturan hukum tentang air, perlindungan dan pelestarian sumber air, pengawetan air serta pengelolaan kualitas air serta pengendalian pencemaran air telah diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Undang-undang Sumber Daya Air. Dalam Pasal 20 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 menyatakan bahwa konservasi sumber daya air bertujuan untuk menjaga kelangsungan, keberadaan daya dukung, daya tampung, dan fungsi sumber daya air yang dilakukan melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air, pengawetan air serta pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan pada setiap wilayah sungai. Selain merupakan amanah Undang-undang konservasi sumber daya air penting dilakukan untuk kelangsungan bumi dan kehidupan alam semesta serta mahluk hidup yang ada didalamnya.

Permasalahan air

Apabila penulis kelompokkan, terdapat 3 (tiga) pokok permasalahan yang dapat timbul karena air apabila tidak dikelola, dipelihara dan dikendalikan dengan baik dan benar. Permasalahan yang Pertama adalah Banjir, masalah banjir diakibatkan karena semakin minimnya daerah resapan air, hutan yang tandus atau berkurangnya lahan hutan akibat pembabatan hutan, pembalakan liar, penambangan, dan pembukaan lahan untuk perumahan dilakukan secara serampangan dan tidak bertanggung jawab, Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dijadikan pemukiman oleh penduduk serta prilaku membuang sampah sembarangan sehingga pada musim hujan menyebabkan bajir, menyebarnya berbagai macam penyakit, air meluap kemana-mana dan tanah longsor.

Permasalahan Kedua adalah Kekeringan yang disebabkan karena krisis air tanah, meningkatnya penggunaan bahan bakar minyak yang menyebabkan polusi, perubahan iklim dan pemanasan global serta berkurangnya ruang-ruang penampung air/daerah resapan air (catchmant area) karena semakin meluasnya pemukiman dan semakin sempitnya daerah resapan. Masalah kekeringan tentu saja berdampak sangat besar bagi kehidupan seperti kekurangan air bersih, menyebarnya berbagai macam penyakit, gagal panen dan berdampak pada kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti makan, minum, mandi dan mencuci.

Permasalahan yang Ketiga adalah Pencemaran air atau menurunnya kualitas air tawar yang disebabkan oleh limbah pabrik baik limbah cair maupun padat serta limbah rumah tangga seperti deterjen dan Mandi Cuci Kakus (MCK) berlebih yang tidak terkelola dengan baik. Dari ketiga permasalahan pokok tersebut diatas pada gilirannya nanti berakibat pada kesehatan masyarakat, minimnya ketersediaan air bersih, bencana alam, ekosistem yang terganggu bahkan hingga berdampak pada sosial dan ekonomi suatu negara.

Berangkat dari permasalahan diatas maka diperlukanlah konservasi sumber daya air dengan berupaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat, dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang dengan melakukan pengendalian daya rusak air, melakukan perencanaan, pemeliharaan dan pengelolaan sumber daya air melalui berbagai instrumen dan peraturan perundang-undangan.

Saran, Solusi dan Strategi
Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan air diatas sebenarnya tidak cukup mengandalkan peran dari Pemerintah atau dalam hal ini Negara semata-mata namun juga harus melibatkan peran serta masyarakat dan peran Swasta secara bersinergi. Negara dalam hal ini penguasa yang berwenang harus mampu membuat aturan dan regulasi yang benar-benar berpihak pada kelangsungan, keberadaan daya dukung, daya tampung, dan fungsi sumber daya air seperti dengan melakukan pengaturan penggunaan air tanah (air bawah permukaan) dan membuat sistem pembuangan air terpusat (off site) ditiap-tiap kota.

Pemerintah juga bertugas sebagai pelaksana sekaligus pengawas dan berfungsi mengontrol pelaksanaan dari aturan-aturan yang telat dibuat. Sebagai pendukung pengelolaan sumber daya air fungsi dan Peranan instansi swatsa melalui tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsiability) seperti membangun daerah resapan air (catchmant area), program penanaman pohon, membuat sumur-sumur resapan dan rehabilitasi hutan dan lahan sangatlah diperlukan sebagai kegiatan pendukung program pemerintah demi keberlangsungan dan kesinambungan kehidupan. Peran serta masyarakat juga bisa dilakukan dengan anjuran untuk melakukan penghematan penggunaan air bersih dengan menggunakannya secara efektif dan efisien, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga dan memelihara hutan, menjaga dan memelihara sumber-sumber resapan air dan melakukan kegiatan rutin menanam pohon dengan konsep “satu orang satu pohon” seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Solusi terakhir permasalahan air penulis ketengahkan dengan belajar dari konsep Kearifan lokal pengelolaan air dari Masyarakat Kampung Naga (Masyarakat yang berada dikawasan berbukit diantara Garut dan Tasikmalaya di Provinsi Jawa Barat). Kawasan yang dijadikan tempat pemukiman masyarakat Kampung Naga dikelilingi lahan pertanian sawah berteras-teras dan hutan tutupan. Sebagian lagi berupa kolam tempat penampungan air dan sekaligus menjadi tempat memelihara ikan. Sehingga secara ekologis, pola perkampungannya mencerminkan pola lingkungan masyarakat Sunda yang umumnya terdapat di daerah-daerah pedesaan. Dalam melakukan pengelolaan air: Masyarakat Kampung Naga menyadari bahwa air sangatlah vital bagi kelangsungan hidup manusia, sehingga harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Bila dicermati masyarakat kampung naga melakukan pembagian lahan air menjadi tiga kategori yaitu antara lain: Pertama adalah Kawasan suci, kawasan ini adalah kawasan yang tidak boleh dikunjungi sembarang orang, kawasan ini harus selalu dijaga kelestarian dan kesuciannya dari pengaruh-pengaruh luar dan harus selalu diawasi bersama, kawasan ini merupakan hutan larangan atau daerah terlarang sebagai pusat tumbuhnya hutan, sumber utama air dan tempat hidupnya berbagai macam satwa dan fauna yang tak terjamah oleh manusia. Kedua adalah Kawasan bersih, kawasan ini adalah tempat pemukiman masyarakat, selain menjadi tempat didirikannya bangunan-bangunan rumah penduduk disini juga terdapat bangunan lumbung, masjid dan balai pertemuan sebagai tempat untuk beraktifitas dan berkegiatan sehari-hari masyarakat. Dan yang terakhir adalah Kawasan kotor, yang merupakan daerah yang permukaan tanahnya lebih rendah sebagai tempat untuk mandi dan cuci serta keperluan sehari-hari lainnya, pada kawasan kotor ini juga terdapat kandang ternak, saung lisung, dan kolam.

Contoh sederhana pengelolaan air dengan meniru konsep “konservasi sumber daya air” dari Kampung Naga tersebut membuat kawasan sumber air atau sumber mata air terjaga dengan baik sehingga kebutuhan akan air bersih selalu tercukupi. Selain tercukupinya penggunaan air dengan alur seperti itu sangat kecil sekali kemungkinan terjadinya masalah air seperti banjir, kekeringan maupun air yang tercemar karena proses alur yang sederhana tadi membuat air terjaga dan terproses dengan sendirinya oleh siklus alam. Demikianlah saran dan masukan tentang upaya dari penulis sebagai blogger untuk konservasi sumber daya air bagi kehidupan, sebab hanya dengan pengelolaan sumber daya air yang terencana dan berkesinambungan maka daya rusak air akan dapat dicegah dan diminimalisir.

Keterangan:
Tulisan ini diikutsertakan pada lomba penulisan blog dengan tema “Konservasi Sumber Daya Air di mata Blogger” yang diselenggarakan oleh DagDidDug.com bekerjasama dengan AQUA.

Leave a Reply